know what,who,why and how

Tips untuk Membentuk The Winning Team

August 19, 2008 · No Comments

Jangan terlalu ambisisus dengan membentuk sebuah superteam. Super team terdiri dari orang-orang super hebat. Alih-alih memilih mereka, pilihlah orang-orang yang mau bekerja sama, mau memberikan kontribusi yang saling melengkapi. Orang-orang yang super cenderung tidak bisa bekerja sama dalam team dan merasa bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain. Orang-orang yang biasa saja sesungguhnya sudah cukup untuk membangun team yang tangguh, asalkan mereka punya komitmen yang kuat.

Rekrut orang-orang yang komit terhadap kesempurnaan, memiliki standar yang tinggi, memerhatikan detail, dan action oriented. Jangan merekrut orang-orang yang mudah cemas dan memiliki banyak persoalan pribadi, sebab ia akan membebani team dengan masalah-masalah pribadinya. Carilah orang-orang yang punya orientasi ketelitian dan komitmen tinggi pada kesempurnaan, bukan yang sudah sempurna.

Berikan standar atau ketentuan-ketentuan yang jelas. Team bisa bekerja dengan baik kalau standarnya jelas, namun tetap ada ruang untuk fleksibilitas.

Harapkan yang terbaik. Team harus didorong untuk memaksimalkan potensinya dalam menghasilkan karya terbaik.

Kuncinya adalah komunikasi. Maka jangan biarkan mereka mengisolasi diri satu sama lain. Semakin anggota team saling mengenal satu sama lain, semakin baik team bekerja. Para pekerja Jepang biasa pergi karaoke bersama, ngobrol-ngobrol di kedai kopi setelah jam kerja, bahkan mandi berendam bersama untuk memupuk kebersamaan. Hasilnya, orang-orang biasa itu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Berikan perhatian. Pemimpin dapat memberikan semangat kerja team dengan memberikan kepercayaan dan mengunjungi team-nya. Tom Peters memperkenalkan konsep MBWA (Management by Walking Around). Dengan melakukan kunjungan (walking around), team merasa diperhatikan dan semangat mereka tumbuh.

Personalisasikan penghargaan. Semakin besar perusahaan, semakin terdapat kecenderungan formalitas dan semakin hilang sentuhan pribadi. Padahal anggota team bukanlah sekedar angka, melainkan kumpulan dari personal-personal yang harus diberi penghargaan.

Berikan penghargaan team. Jangan berikan penghargaan individual, melainkan berikan penghargaan team sebagai wujud dari penghargaan kerja sama team.

Berikan sentuhan “cross border”. Sebuah team tidak bekerja secara vakum atau terisolasi dari team lainnya. Team-team yang anda bentuk akan bekerja efektif kalau team-team tersebut juga diterima oleh team-team lainnya dan mereka saling mendukung (supporting). Bila perlu, buat pelatihan-pelatihan cross-border yang sama pentingnya dengan pelatihan-pelatihan kompetisi team.

Rayakan bersama. Setiap kali team berhasil mencapai hasil tertentu maka pemimpin team harus mampu membuat semacam perayaan lewat sebuah kegiatan yang menunjukkan pengakuan atas kemenangan bersama.

Jangan pernah membubarkan “the winning team”. Sebuah team tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui sebuah proses yang melibatkan bukan saja kompetensi dan skill, tapi juga emosi dant energy. Sekali ia terbentuk, anda harus terus memupuknya, memperkuatnya.

( dari cHaNgE, Rhenald Kasali )

→ No CommentsCategories: organisasi

The Establishment

August 14, 2008 · 1 Comment

We can not solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them

Albert Einstein

 

Misteri terbesar dari sebuah karya perubahan adalah kelompok yang disebut sebagai “the establishment” . Ini adalah sebutan bagi kelompok “mapan” yang sudah cukup lama menikmati manfaat dari keadaan sekarang. Karena sudah cukup lama menikmati, mereka memiliki banyak “jaringan”, “resources” yang bisa dibagikan di antara mereka, informasi, bahkan “kader-kader” yang setia dengan mereka.Tentu saja tidak semua orang dapat menikmati manfaat yang mereka kuasai, tetapi mayoritas anggota memilih diam sehingga opininya tersembunyi.

Dalam beberapa segi, “the establishment” bisa memberikan manfaat, tapi ia juga bisa menjdai sumber kerusakan bagi masa depan organisasi. Ia bisa sangat bermanfaat karena membuka akses para pengikut kepada “dunia luar”, menimbulkan dampak “cohesiveness” (sebagai perekat), sumber kebanggan, sharing pengalaman, dan seterusnya. Tetapi tidak selamanya “the establishment” mampu menjalankan peran-peran positif itu. Suatu ketika akses kelompok ini kepada “resources” bisa saja terputus dan legitimasi kekuasaan yang mereka miliki memudar. Tetapi naluri “the establishment” untuk terus berada di atas panggung dan berkuasa akan terus membara. Ketidakrelaan untuk mengalihkan kekuasaan kepada orang-orang di luar kelompok kepentingan ini akan menjadi sumber kesusahan.

Adakalanya pemimpin tua atau yang dituakan sudah ingin mundur dari panggung, tetapi kakinya akan ditarik terus oleh kader yang tidak mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Lama-lama organisasi akan berubah menjadi lembaga tradisional dengan pemimpin-pemimpin sepuh yang karismatis. Organisasi akan diwarnai oleh konflik dan office politics. Saling tuduh dan fitnah, hingga jegal-menjegal akan menjadi hal yang biasa. Kalau ini dibiarkan organisasi akan sangat sulit untuk berubah. Pemimpin-pemimpin yang bisa dilahirkan hanyalah pemimpin-pemimpin yang berorientasi ke masa lalu, bukan ke depan. Energi mereka akan habis untuk mengurusi hal-hal yang tidak perlu. Setiap perubahan akan dianggap sebagai ancaman, dan change makers akan diberi ruang yang sangat sempit untuk bergerak. Langkah-langkah change makers digugat dan selalu dikembalikan kepada bayang-bayang kesuksesan masa lalu.

Di setiap organisasi yang banyak memiliki masalah, yang perkembangannya relative statis atau bahkan menurun, kelompok “the establishment” akan selalu ada. Tapi di antara kelompok ini orang-orang berpikiran positif yang siap untuk meninggalkan panggung dan tidak menghalangi perubahan akan selalu ada. Orang-orang yang mau melakukan perubahan harus tahan uji menghadapi kelompok ini, memiliki napas panjang, dan siap untuk menang. Dalam hal tertentu “the establishment” juga menanamkan nilai-nilai dan asumsi-asumsi yang hanya cocok untuk kepentingan mereka. Untuk memperbarui organisasi adakalanya anda perlu “menghancurkan” lebih dulu nilai-nilai dan asumsi-asumsi lama untuk menumbuhkan hal-hal baru. Dan proses ini bisa menimbulkan ketegangan-ketegangan, ketidaknyamana, dan kegundahan-kegundahan. Tetapi itulah perubahan. Selalu harus ada pihak yang rela melakukannya.

(dari cHaNgE : Rhenald Kasali )

→ 1 CommentCategories: peradaban

Essay Mentor Umum INKM ITB 2008

August 4, 2008 · 1 Comment

essay ini saya ajukan untuk mendaftarkan diri sebagai mentor umum di Inisiasi Keluarga Mahasiswa (INKM) ITB 2008. Silakan dibaca dan silakan dikomentari. Hehe..

“Tema : Gerakan mahasiswa dengan memberdayakan potensi yang dimiliki dalam mengkritisi realita Indonesia

Judul : Intelektualitas sebagai Jiwa Kemahasiswaan

Mahasiswa adalah status yang diberikan kepada orang-orang yang belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa ITB adalah orang-orang yang belajar di kampus ITB, mahasiswa UI adalah orang-orang yang belajar di kampus UI. Dan demikian seterusnya. Kesamaan di antara mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah intelektualitas mereka. Dimana intelektualitas adalah _egat khas kelompok social yang disebut mahasiswa. Tentunya, _egat khas ini membedakan kelompok _egati mahasiswa dengan kelompok _egati yang lain. Semisal petani atau nelayan atau pengusaha.

Intelektualitas mengantar mahasiswa pada kebenaran ilmiah yang objektif. Cara pandang objektif yang adil ini akan menuntun pada kebenaran sejati. Dan kebenaran sejati membantu ketercapaian pembentukan peradaban yang lebih baik. Peradaban yang mengarah pada kesetaraan, keadilan, dan tingkat partisipasi yang lebih tinggi. Singkatnya, intelektualitas kaum terpelajar seperti akan membentuk peradaban yang lebih baik.

Intelektualitas mahasiswa diasah dan dikembangkan melalui pembelajaran dan dialektika. Pembelajaran, karena menuntun pada pembangunan pola _egat. Pembelajaran datang dari pembacaan literature-literatur kemahasiswaan, dan aktivitas-aktivitas kemahasiswaan. Serta dialektika sebagai sarana feedback positif dan _egative dalam pengembangan kapasitas intelektual.

Selanjutnya, tentang gerakan. Menurut saya, gerakan tidak harus berbentuk aksi massa, aksi damai, ataupun aksi demonstrasi. Gerakan adalah manifestasi kerja keras sekelompok manusia dalam rentang waktu tertentu. Dalam hal ini, kita bisa menyamakan gerakan dengan peradaban itu sendiri. Nah, berbicara tentang gerakan mahasiswa,tentunya rutinitas aktivitas mahasiswa seharusnya tidak jauh dari aktivitas –aktivitas intelektual itu sendiri. Gerakan mahasiswa seharusnya penuh dengan membaca buku, blog, sejarah kemahasiswaan dan lain-lain. Gerakan mahasiswa seharusnya penuh dengan diskusi dan debat. Proses-proses membaca, diskusi dan debat ini seharusnya menyertai bentuk-bentuk aplikasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan. Mulai dari kaderisasi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan lain-lain.

Saya mengusulkan satu disiplin baru yang harus diejawantahkan oleh mahasiswa dalam beraktivitas kemahasiswaan. Disiplin tersebut adalah manajemen pengetahuan. Dengan adanya manajemen pengetahuan, tidak akan terjadi misscommuni ation dari forum ke forum, maupun dari angkatan ke angkatan, apalagi dari generasi ke generasi. (nb:generasi berbeda dengan angkatan. kalo angkatan biasanya memiliki kesamaan waktu penerimaan, sementara generasi berarti beberapa angkatan yang masih bertemu di kampus, kira-kira dua angkatan ke atas dan dua angkatan ke bawah)

Sekarang tentang mengkritisi realita Indonesia. Berbicara realita, ada dua macam realita yang harus kita bahas. Pertama, realita positif dan realita negatif. Realita positif merangsang pikiran-pikiran positif, sebaliknya dengan realita negatif. Menurut saya, realita positif harus dipertahankan. Caranya, dengan mempelajari sebab-akibat bagaimana realita positif itu dapat terjadi. Dan terus mempertahankan aktivitas-aktivitas yang memiliki realita positif tadi. Sedangkan realita negatif, harus dihindari dengan cara bagaimanapun. Dan belajar dari realita-realita  negative, adalah hal penting yang harus dilakukan.

Jadi, gerakan mahasiswa yang bagaimana yang dapat dilakukan? Gerakan mahasiswa yang dapat dilakukan adalah aktivitas-aktivitas mahasiswa sebagai kelompok social yang mengandung tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat), tanpa melupakan proses-proses pembelajaran, dialektika dan manajemen pengetahuan yang ada. Pastinya, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seharusnya selalu dan hanya akan berorientasi pada pengabdian masyarakat.”

→ 1 CommentCategories: tentang apa pun

Manajemen Pengetahuan

July 29, 2008 · 3 Comments

Manajemen Pengetahuan adalah disiplin baru dalam ilmu manajemen. Dengan manajemen pengetahuan, kita dapat mendokumentasikan dan mengaplikasikan pengetahuan pada tempatnya. Terutama untuk mempertahankan kemajuan yang sudah dicapai. Disiplin ini juga akan sangat bermanfaat dalam lingkungan organisasi maupun perusahaan.

Pengetahuan berada dalam bentuk tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah pengetahuan yang masih berada di dalam alam pikiran manusia. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan-pengetahuan yang bisa diakses dan diaplikasikan. Explicit knowledge dapat berbentuk tulisan, gambar, model, grafik dan lain sebagainya. Manajemen pengetahuan akan mendokumentasikan tacit knowledge menjadi explicit knowledge dan mengaplikasikan pengetahuan pada tempatnya.

Saya mengaplikasikan manajemen pengetahuan di dalam organisasi yang saya pimpin, HMF ITB. Aplikasi manajemen pengetahuan dimulai dari penetapan posisi kaderisasi awal dalam kaderisasi organisasi. Kami mencoba berdialog antar generasi kepanitiaan kaderisasi awal tahun 2004, 2005, dan 2006. Kami mencoba melakukan tacit knowledge sharing tentang kaderisasi awal. Dari sini, kami mengambil suatu kesimpulan tentang kaderisasi awal, terutama tentang tujuan kaderisasi awal yang akan dilakukan. Hingga mengeksplisitkan dalam bentuk arahan kerja. Kedua, buku kerja BP dengan judul “Sistem BP 2007/2008”. Buku kerja ini mengeksplisitkan model organisasi Badan Pengurus yang saya bangun. Selain itu, ada content Materi Kaderisasi Tahap Khusus II. Semua explicit knowledge ini akan dikompilasi dalam Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum 2007/2008.

Struktur BP saya juga simple, sederhana alias tidak rumit. Struktur yang simple ini akan memudahkan pembentukan tacit knowledge, bagi yang melihatnya. Struktur yang simple akan memperjelas pemisahan internal-eksternal, pengelompokkan divisi-divisi sejenis dalam satu bidang, mempermudah koordinasi antar bagian yang setara ( bidang dengan bidang, divisi dengan divisi ), dan lain-lain.

Manajemen pengetahuan juga bagian dari alih teknologi, menurut saya. Karena sebelum kita mencoba mengaplikasikan / menginstalkan teknologi baru, seharusnya terdapat dokumentasi ( explicit knowledge) pengetahuan yang bersangkutan. Pengetahuan yang berbentuk explicit knowledge, adalah bagian alih teknologi, menurut saya.

Termasuk di antaranya ketika kita menuliskan isi kepala kita dalam sebuah blog. Blog adalah wujud explicit knowledge yang dapat diakses oleh semua orang. Nah, tentang transfer pengetahuan yang dilakukan oleh blog dengan pembaca blog, menurut saya itu adalah sebuah alih teknologi. Untuk blog yang sedang saudara baca ini, sebenarnya kita sedang mengubah tacit knowledge saya menjadi tacit knowledge anda.

→ 3 CommentsCategories: knowledge · pendidikan

Gelombang Bisnis Teknologi

July 25, 2008 · 3 Comments

Ada empat macam gelombang bisnis dalam kehidupan manusia. Pengelompokan ini didasarkan pada komoditas yang diperjualbelikan, tolok ukur kemakmuran, dan determinan nilai ekonomi. Keempat gelombang bisnis itu ialah :

1. Gelombang bisnis pertanian

Pada gelombang bisnis ini, segala yang digunakan dalam hidup murni berasal dari alam. Bahan baku alam adalah barang yang diperdagangkan. Kuantitas bahan baku menentukan nilai ekonomi yang dihasilkan. Kemakmuran diukur dari luas tanah yang dimiliki dan jumlah hasil panen.

2. Gelombang bisnis industri

Gelombang bisnis ini mengandalkan produksi sebagai lanjutan dari penemuan-penemuan yang sudah ada. Barang yang diperdagangkan adalah barang jadi, bukan bahan baku. Nilai ekonomi ditentukan dari added value yang ditambahkan. Pada masa ini, produksi belum dilakukan dalam jumlah besar. Kemakmuran diukur dari penguasaan baja, peralatan industry, transportasi, dan batu bara.

3. Gelombang bisnis produksi massal

Produksi massal dari produk-produk industry adalah ciri khas pada gelombang bisnis ini. Produk diperdagangkan secara kualitatif dan kuantitatif. Nilai ekonomi ditentukan oleh added value yang ditambahkan dan volume produk yang dihasilkan. Kemakmuran diukur dari tingkat penjualan retail, penjualan mobil, dan pembangunan perumahan.

4. Gelombang bisnis teknologi

Teknologi yang menjadi komoditas bisnis. Teknologi informasi secara kental menjiwai produksi, pemasaran, distribusi, dan pasar bisnis teknologi. Kemakmuran diukur dengan jumlah sambungan internet terhadap jumlah penduduk dan persentase pengeluaran untuk teknologi informasi dibandingkan dengan produk domestic bruto (PDB).

Gelombang bisnis teknologi diawali oleh bidang Riset dan Pengembangan ( Research&Development ) dengan intensitas tinggi. Sebagai contoh, di industry farmasi sendiri, biaya R&D berkisar 11,5% terhadap total penjualan ( tahun1970 ), sekitar 17% dari total penjualan (1980-an sampai 1992), sekitar 19% dari total penjualan pada tahun 1995&1996.

Inovasi dari bisnis teknologi juga sangat dipengaruhi oleh kuantitas lembaga riset dan perguruan tinggi dalam suatu wilayah kota atau negara. Ambil contoh Silicon Valley di Amerika Serikat. Wilayah bisnis teknologi ini ditopang oleh beberapa faktor : kampus penelitian Stanford University, perusahaan Fairchild Semiconductor dan peranan imigran asia sebagai sumber daya manusia.

Infrastruktur kelembagaan yang penting untuk dihadirkan dalam pembangunan bisnis teknologi adalah modal ventura. Lembaga ini memberi dukungan pendanaan untuk kegiatan-kegiatan penelitian yang dilakukan. Modal ventura menanggung risiko yang cukup besar, mengingat peluang kegagalan riset dan pengembangan yang besar pula.

Informasi mengalir begitu cepat dalam bisnis teknologi. Informasi mengalir tidak hanya melalui media cetak seperti jurnal, buku, majalah, koran dan lain-lain. Tetapi, sudah melalui internet. Oleh karenanya, seperti telah dijelaskan di atas, rasio sambungan internet terhadap jumlah penduduk menjadi tolok ukur kemakmuran dalam era bisnis teknologi ini.

Pendidikan dibangun dengan saat seksama pada bisnis teknologi ini. Bila di Silicon Valley ada Standford University, maka Taiwan melakukan pengiriman pemuda Taiwan dalam jumlah besar untuk menjadi pelajar di ke negara-negara maju. Di kemudian hari, pemuda-pemuda ini kembali ke Taiwan dan mengaplikasikan keilmuannya. Pengembangan pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di tingkat perguruan tinggi saja, tetapi juga melalui pembentukan keahlian dari tenaga-tenaga ahli. Biasanya melalui sekolah-sekolah vokasional, atau sekolah-sekolah kejuruan.

Berbicara tentang bisnis teknologi dan knowledge-based economy, sesungguhnya terdapat kesamaan di antara keduanya. Dimana keduanya didasarkan pada pengetahuan (knowledge) yang digunakan untuk memberikan nilai tambah (added value) pada suatu produk. Oleh karenanya riset dan pengembangan menjadi satu kunci penting di dalamnya, khususnya untuk menentukan added value tersebut.

Lagi, lagi, dan lagi. Semua faktor-faktor di atas ditopang oleh karakter entrepreneurship yang kuat. Yakni, karakter memanfaatkan dan mengoptimalkan peluang yang ada untuk menghasilkan uang. Karakter ini tampak dari inovasi dalam riset dan pengembangan, pemanfaatan modal ventura untuk pendanaan, dan perusahaan sebagai produsen dari produk berteknologi. Tanpa ditopang karakter entrepreneurship yang kuat dalam tiap diri pribadi-pribadi, kelembagaan (kampus, lembaga riset, modal ventura) yang ada hanya akan menjadi sebuah organisasi saja.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Indonesia bila ingin mengembangkan bisnis teknologi, menurut saya. Antara lain :

· Pengembangan pendidikan melalui perguruan tinggi dan sekolah kejuruan, untuk menopang kapasitas pengembangan pendidikan yang ingin dilakukan, perlu dihitung rasio antara jumlah perguruan tinggi dan sekolah kejuruan terhadap jumlah penduduk.

· Pengembangan Research & Development, melalui pembentukan modal ventura yang bersedia membiayai aktivitas-aktivitas penelitian. Berbicara modal, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kuantitas pembiayaan yang akan diberikan. Rasionya adalah nilai pembiayaan terhadap produk domestik bruto ( PDB ).

· Pembentukan karakter entrepreneurship, melalui seleksi bibit-bibit entrepreneur di masyarakat. Seleksi ini dapat dilakukan oleh asosiasi-asosiasi pengusaha.

Daftar Pustaka

Sembodo, Amir. Menyongsong Gelombang Baru Bisnis Teknologi.2004.Jakarta:Penerbit Buku Kompas

Sampurno, Knowledge-based Economy:sumber keunggulan daya saing bangsa.2007.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

→ 3 CommentsCategories: entrepreneurship

Knowledge-based Economy

July 18, 2008 · 4 Comments

Knowledge-based Economy menurut saya bukan sebuah konsep yang baru. Ketika kita berbicara tentang perekonomian, berbicara tentang peningkatan nilai tambah, atau berbicara tentang peningkatan pangsa pasar, sebenarnya kita sedang berbicara tentang bagaimana mengkaitkan ekonomi dengan pengetahuan. Mengapa demikian? Karena ketika meningkatkan pangsa pasar melalui peningkatan nilai tambah produk/jasa yang kita hasilkan, yang terjadi sebenarnya adalah kita sedang memikirkan bagaimana caranya menambahkan pengetahuan ke dalam produk/jasa.

Ini konsep pemasaran sederhana. Brand suatu produk/jasa akan semakin menempati positioningnya di mata konsumen ketika persepsi produk/jasa tersebut semakin tidak bisa disamai dengan produk/jasa sejenis. Nah, dalam knowledge-based economy, penciptaan perbedaan persepsi ini dicapai melalui penambahan knowledge ke dalam produk/jasa.

Empat pilar KBE ( versi Bank Dunia ):

1. Tenaga kerja terdidik dan terlatih. Tenaga kerja terdidik dan terlatih ini dihasilkan dari universitas dan sekolah. Universitas menghasilkan sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman konseptual tentang bidang mereka masing-masing, sedangkan lulusan sekolah kejuruan atau pendidikan diploma memiliki keterampilan tertentu. Penerapannya adalah, lulusan pendidikan kejuruan/diploma berhadapan langsung dengan produk/bahan baku/alat, sedangkan sarjana memahami landasan fundamental sains atau teknologi yang melatarbelakangi produk/bahan baku/alat. Kedua jenis tenaga kerja ini mempengaruhi produk/jasa yang dihasilkan.

2. Sistem inovasi. Seberapa cepat perubahan berlangsung, bisa diamati dari seberapa kuat inovasi dilakukan. Inovasi dilakukan oleh perguruan tinggi sebagai institusi penelitian, maupun lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. Dalam kondisi yang lebih besar, biasanya perusahaan-perusahaan memiliki lembaga penelitiannya masing-masing. Nah, dari berbagai bentuk lembaga inilah inovasi berhasil dilakukan. Inovasi yang telah terstruktur dan tersistematisasi, disebut system inovasi. Semakin terstruktur dan tersistematisasi, semakin baik pula system inovasi yang dimiliki.

3. Infrastruktur informasi. Berbicara tentang infrastruktur informasi, ICT ( Information and Communication Technology ) adalah konteks yang paling sering disinggung. Teknologi informasi dan komunikasi ini, biasanya membahas tentang jumlah sambungan internet tiap jumlah penduduk tertentu, atau tentang jumlah sambungan telepon tiap jumlah penduduk tertentu. Pokoknya, berbicara tentang teknologi komunikasi dan informasi yang diaplikasikan di masyarakat secara kuantitatif.

4. Kebijakan ekonomi. Daya dukung pemerintahan datang berupa kebijakan-kebijakan yang menyertainya. Ketika kita berbicara tentang dukungan pemerintah dalam KBE, wujudnya adalah kebijakan ekonomi. Perlindungan pasar dari teknologi yang dihasilkan adalah salah satu bentuknya. Bentuk lainnya adalah dukungan padat modal untuk peningkatan penelitian dan pengembangan teknologi di universitas-universitas maupun lembaga penelitian.

Ada tiga negara yang dapat dijadikan contoh sebagai keberhasilan pembangunan knowledge-based economy. Pertama adalah Finlandia. Negara ini yang semula hanya mengandalkan sumber daya alam (resources-based economy), semenjak tahun 90-an beralih core competence ke bisnis teknologi. Contoh riilnya adalah perusahaan Nokia. Perusahaan ini mulanya adalah perusahaan kayu yang memproduksi pulp dan kayu lapis. Kini, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan produsen mobile-phone yang terkenal di dunia dengan tagline : connecting people.

Singapura. Negeri yang dahulu adalah bagian dari Malaysia, kini menjadi negara yang ditakuti di Asia. Bangkit dengan segera ketika terhadang badai krisis perekonomian di tahun 1997. Dari yang semula hanya mengandalkan sector jasa ( terutama perdagangan dan pelabuhan ), kini mengandalkan perekonomian yang berbasis pengetahuan ( knowledge-based economy ).

Yang terakhir adalah Korea. Semenjak perang Korea di tahun 1960-an hingga era 90-an, Korea mengalami pertumbuhan hebat. Berbagai indicator perekonomian makro dan mikro mengalami pertumbuhan lebih dari 10% per tahunnya. Kedahsyatan pertumbuhan perekonomian ini biasa disebut Miracle of Han River. Lagi-lagi, knowledge based economy menjadi kuncinya. Pertumbuhan perekonomian Korea ditopang oleh system pendidikannya yang tidak hanya dipegang oleh pemerintah, tetapi juga pihak swasta. Sistem inovasinya pun sangat menjamin perkembangan teknologinya. Pada perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 300 orang, biasanya sudah memiliki lembaga R&D (Research & Development) tersendiri.

Menurut saya, ada dua hal yang mendasari pertumbuhan perekonomian berbasis pengetahuan suatu negara. Yang pertama adalah kepemimpinan dari pemerintahan yang bervisi. Kemampuan menentukan bagaimana suatu tujuan dicapai, sangat penting di sini. Riilnya adalah pembuatan kebijakan ekonomi yang kondusif dan mendukung. Kedua, adalah modal social kohesif ( bonded-social capital) yang dimiliki masyarakatnya. Dalam hal ini, Finlandia dan Korea dapat dijadikan contoh. Masyarakat di kedua negara saling mempercayai satu sama lain dan bersedia bekerja satu sama lain.

Kalau kita mendiskusikan tentang bagaimana penerapan KBE di Indonesia, ada dua hal yang dapat dilakukan. Pertama, menumbuhkan sector pendidikan sebagai sumber tenaga kerja terlatih dan terdidik. Di sini, sekolah kejuruan, pendidikan diploma, dan pendidikan sarjana menjadi kunci. Kedua, penciptaan iklim kondusif bagi investor dalam negeri untuk menginvestasikan modalnya di Indonesia. Iklim kondusif yang dimaksud di sini adalah birokrasi yang tidak merepotkan, keamanan yang terjamin, perlindungan pasar dari produk/jasa yang dihasilkan. Semoga Indonesia menjadi lebih baik.

→ 4 CommentsCategories: pendidikan

disiplin bukan milik militer!

July 15, 2008 · 1 Comment

Disiplin berarti patuh pada peraturan. Peraturan ini tidak hanya berbentuk aturan tertulis yang ada komunitas/orgamnisasi/ masyarakat, tapi juga termasuk nilai dan norma ( aturan tidak tertulis ) yang berlaku di komunitas/organisasi/masyarakat itu sendiri dan idealisme dari masing-masing individu yang berada dalam komunitas/ organisasi/ masyarakat itu.

Disiplin akan meluruskan komitmen, mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, dan mengejawantahkan strategi yang sudah dibuat. Makanya, orang yang disiplinnya tinggi, biasanya memiliki integritas yang tinggi pula. Pemahamannya tampak sampai tingkat aplikasi, tekadnya kuat, dan tidak setengah-setengah melaksanakan rencana yang sudah ada.

Di Indonesia, hanya militer yang bisa dianggap sebagai komunitas yang memiliki standar disiplin. Oleh karena itu, pada banyak latihan kepemimpinan, militer sering kali dilibatkan. Ini yang belum diketahui sebabnya, karena berbagai komunitas di luar militer, tidak dapat menunjukkan disiplin yang baik

Mari kita berdisplin sejak sekarang, karena disiplin tidak sekedar tepat waktu dan tepat tempat, tapi kepatuhan pada peraturan / nilai-nilai yang dianut guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik secara pribadi maupun kelompok. Dan tepat waktu dan tepat tempat hanyalah implikasi dari penerapan disiplin dalam kehidupan kita.

Memulai berdisplin, dari hal-hal kecil dulu. Contoh : komitmen diri sendiri untuk memberikan yang terbaik. Lalu mulai dari sekarang, yaitu saat ini. Jangan menunda-nunda lagi. Lalu mulai dari diri sendiri. Contoh : menepati waktu pada saat membuat janji dengan orang lain.

Seorang pendidik di Taman Siswa pernah mengatakan, Disiplin Menumbuhkembangkan Kreatifitas. Logikanya, komitmen yang tinggi pada tugas/tujuan, akan menumbuhkembangkan kreatifitas dalam memecahkan persoalan yang terdapat dalam pencapaian tujuan tersebut.

Ketika kita berbicara tentang peradaban, ada satu contoh peradaban yang terbentuk dari karakter displin. Disiplin menjadi budaya orang Jepang, dimana masyarakat Jepang menterjemahkan displin ke dalam berbagai aktivitas kehidupan mereka. Mulai dari bagaimana melaksanakan pekerjaan, hingga pencapaian (hasil) pekerjaan itu sendiri. Ini juga yang menyebabkan masyarakat Jepang sangat senang dengan inovasi.

Inovasi juga termasuk bentuk disiplin. Karena inovasi adalah optimasi kinerja dan optimasi hasil. Inovasi adalah bentuk totalitas komitmen yang diberikan. Komitmen seperti apa? Komitmen untuk selalu berubah menjadi lebih baik.

Peradaban adalah manifestasi kerja keras sekelompok manusia dalam serangkaian waktu tertentu. Semoga Indonesia menjadi lebih baik.

→ 1 CommentCategories: peradaban

cihanjuang inti teknik

July 10, 2008 · 3 Comments

CV yang satu ini, berdiri tahun 1998 yang lalu. Ruang lingkup bisnisnya turbin dan makanan&minuman. Turbinnya membantu pengadaan listrik di beberapa desa terpencil. Tidak hanya di Jawa Barat, tapi juga di Indonesia pada umumnya. Bahkan, sampai ke negara swiss.

Bisnis makanan&minuman yang digeluti dekat dengan obat-obatan herbal. Terutama yag mengandung rempah-rempah, seperti jahe ; cabe jawa, gula aren, dan seterusnya. Pasarnya dah sampai ke negeri seberang (malaysia), bahkan hingga ke abu dhabi.

Value yang dibangun antara lain mencakup kekeluargaan. Ini terlihat dari pegawai-pegawai yang merupakan warga sekitar pabrik. Pemberdayaan, meliputi pelibatan warga sekitar dalam produksi kemasan.

Demikian, semoga bisa lebih dilengkapi lagi di lain waktu. HM on Trip, 10 Juli 08

→ 3 CommentsCategories: entrepreneurship
Tagged:

for the first time!

July 8, 2008 · 1 Comment

bismillahirrahmanirrahim

alhamdulillah.akhirnya hijrah dari blogger.com ke wordpress.com, bisa dilakukan juga. hehehe..

semoga ini jadi sarana transfer pengetahuan dan penciptaan pengetahuan.

wassalam

→ 1 CommentCategories: tentang apa pun

Hello world!

July 8, 2008 · 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

→ 1 CommentCategories: tentang apa pun