know what,who,why and how

Persiapan PIMNAS 2009

July 16, 2009 · Leave a Comment

PIMNAS (pekan ilmiah mahasiswa nasional) adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh DITJEN DIKTI (pendidikan tinggi), salah satu direktorat di bawah DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL..

kebetulan, PIMNAS tahun ini diselenggarakan di malang. tepatnya di universitas brawijaya. ini nih info dari DITJEN DIKTI-nya..klik disini

PIMNAS 2009 ini diikuti oleh 270 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari 95 Perguruan Tinggi dan 60 peserta dari Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT).

nah,utk PIMNAS 2009 ini kampus kami kebetulan mempersiapkan beberapa hal. termasuk dengan latihan presentasi PKM yang dibimbing oleh dosen Tata Tulis Karya Ilmiah (pak wawan) dan dosen Desain Komunikasi Visual (pak tendy).

berikut foto-fotonya :

latihan presentasi

latihan presentasi

pak wawan

pak wawan

pak tendy

pak tendy

audiens

audiens

latihan presentasi peserta PIMNAS 2009 ini dikoordinasikan dengan salah satu kementerian di Kabinet KM ITB, yaitu Keprofesian dan Inovasi.

→ Leave a CommentCategories: organisasi · tentang apa pun

Sssttt…Jangan Berisik!

July 12, 2009 · 4 Comments

jangan berisik!

jangan berisik!

→ 4 CommentsCategories: tentang apa pun

Sore ini, tak jelas ‘kali..

July 10, 2009 · Leave a Comment

tadi sore, jam4an, pas baru habis makan siang mak! jam 4 baru makan siang! sekarang dah makan malem belom wan? belom.. bingung keq gak ada kerjaan. masih menanti esok hari di mana ada dua pernikahan teman..

yaudah, deh. jadinya tadi maen ke comlabs, penyewaan komputer buat ngetik ato internetan. dan klo saya internetan, cuma 3 macem yg bakal dikerjain : buka email, buka blog, ma buka FB. biasa, meng-update kondisi terkini tentang diri saya lemayan, mulai membuka diri dengan jadi banci tampil nih dan ternyata dari 3 yg biasa dibuka tuh gak ada yg baru.

akhirnya,,coba buka blognya pak budi rahardjo, seorang dosen teknik elektro di kampus.. ini nih linknya si bapak teh lumayan sering ngupdate blognya,,dan banyak cerita2 atawa foto2 yg bisa bikin saya senyum2 sendiri. si bapak juga sering cerita ttg aktivitasnya yg ada hubungannya ma kuliah, ato yg ada hubungannya ma musik (si bapak jadi gitarisnya band dosen di kampus). nah, tadi tuh nemu yg bagus banget : link2 buat ke presentasi2nya si bapak kalo diundang jadi pembicara.

presentasi2 yg saya donlot tadi sore :

  • jadi,anda mau nge-blog?
  • bagaimana membuatmu jatuh cinta pada sains dan teknologi
  • perubahan orientasi penelitian perguruan tinggi
  • perkembangan teknologi e-learning
  • peranan teknologi informasi dalam bisnis lokal berorientasi global
  • membangun habitat inovasi

jadi, masih kah saya berpendapat “sore ini, tak jelas ‘kali”? setelah semua ilmu dari presentasi pak budi rahardjo?

budi rahardjo

→ Leave a CommentCategories: tentang apa pun

Rumah Belajar KM ITB : We’re Back (part 3)

July 8, 2009 · Leave a Comment

logo PM

Pedoman dalam Penyusunan Kegiatan Mingguan Rumah Belajar
1. Instrumen-instrumen umum yang disebut di atas merupakan instrumen yang digunakan secara kontinu dalam setiap pertemuan. Bobotnya disesuaikan dengan target dalam setiap pertemuan. Untuk poin 1,2,3,7,8,9,10 target pencapaiannya hampir merata di setiap pertemuan 9cenderung menjadi komponen kultur yang dibangun di rumah belajar).
2. Khusus untuk poin 4,5,dan 6 pencapaiannya dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam empat level:
a. Identifikasi elemen
b. Mengolah data dan melakukan analisis sistem
c. Melakukan perencanaan dan desain
d. Skill berpikir sistem terintegrasi secara sederhana
Bobot pencapaian keempat level ini dibagi dalam seluruh pertemuan. Untuk level satu hingga tiga masing-masing dibebankan pada tiga pertemuan, sehingga total menjadi sembilan pertemuan awal yang membangun dasar untuk mewujudkan pencapaian pada level empat.
3. Keseimbangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran di rumah belajar dirumuskan sebagai berikut: aspek kognitif cenderung dimunculkan dalam bentuk konten belajar sebagaimana tergambar dalam penurunan empat level pencapaian yang dibahas sebelumnya; aspek afektif dihadirkan secara dominan dalam bentuk kultu r alih-alih pemberian materi, walaupun hal ini (pemberian materi) terkait dengan poin 10 dilakukan juga dalam beberapa kesempatan; sementara aspek psikomotorik menjadi metode umum dalam banyak kegiatan kelompok belajar yang membuat anak didik berpartisipasi secara proaktif dalam setiap kegiatannya.
4. Pada akhir periode pembelajaran ini yang lebih kurang diselenggarakan dalam waktu enam bulan, anak didik diharapkan dapat menghasilkan karya sebagai proyek akhir mereka. Proyek ini ditawarkan oleh setiap kelompok belajar pada semua anak, dan setiap anak dapat memilih mengerjakan proyek tretentu yang mereka minati. Pengerjaan proyek ini diharapkan memberi nilai tambah dalam proses pembelajaran dan secara langsung memberi ruang pada anak untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Setiap proyek memiliki tim tersendiri dengan perangkatnya dengan bimbingan kakak pendamping kelompok belajar.

Sejumlah pilihan proyek akhir yang mungkin dilakukan antara lain:
a. KB soshum: pembuatan peta wilayah dan demografi sederhana penduduk sekitar rubel
b. KB keterampilan: dekorasi interior rubel
c. KB musik: membuat mars dan hymne rubel
d. KB kesling: membuat kebun TOGA
e. KB olahraga: membuat beberapa perkakas untuk kegiatan olahraga/
f. KB bahasa: menulis buku rangkaian kegiatan rubel selama enam bulan
g. KB seni rupa: membuat ilustrasi buku
h. KB teknologi:
i. KB sains:
5. Untuk penurunan kegiatan hingga level juklak masih dibutuhkan pendetilan konsep terkait perencanaan kegiatan, pihak-pihak lain yang bisa diajak berkontribusi, perencanaan anggaran, hal-hal lain yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, serta penyesuaian bentuk aktivitas sesuai dengan level usia anak ( setidaknya dibagi ke dalam tiga tahap: kelas 1 dan 2 SD/tahap bermain; kelas 3 dan 4 SD/tahap peralihan; serta kelas 5 dan 6 SD /tahap belajar ) dilakukan pembahasan kemudian, terutama oleh kelompok belajar dominan pada setiap pertemuan (KB utama dan KB serta).

rumah belajar

→ Leave a CommentCategories: knowledge · marketing · organisasi · pendidikan · peradaban

Sedikit Pengetahuan Saya Tentang ICT

July 8, 2009 · 1 Comment

ICT adalah kependekan dari Information and Communication Technology. Dalam bahasa indonesia kita, artinya adalah teknologi informasi dan komunikasi.

Saya memberi dua kategori teknologi untuk ICT, yaitu teknologi pendukung dan teknologi yang berbahaya. Mengapa teknologi pendukung? karena ICT mampu difungsikan pada segala jenis teknologi lainnya. Nyaris tidak ada teknologi yang berfungsi dengan lebih cepat dan lebih baik saya tidak bermaksud kampanye,lho. kebetulan besok dah nyoblos, eh nyontreng,ding untuk mengalirkan informasi dibandingkan dengan ICT. Oleh sebab itu, ICT hampir ada di semua jenis bidang perusahaan/pekerjaan/bisnis. Kini, tidak ada perusahaan farmasi yang berjalan tanpa ICT. Pun, tidak ada pula ekonomi yang berjalan cepat bahkan berlari tanpa ICT.

Dan mengapa teknologi yang berbahaya ? karena ICT menghapuskan (setidak-tidaknya mereduksi) interaksi antar manusia. Khususnya interaksi yang tatap muka. Padahal, sebagaimana yang kita ketahui (kita? ya kita. klo anda tidak ingin dilibatkan, saya saja deh..) interaksi adalah komponen penting dalam pendidikan (suatu proses yang saya sebut, memanusiakan manusia).

Dalam dunia marketing ini salah satu dunia yang menarik dan menantang bagi saya, pribadi ICT memunculkan spesies-spesies baru (minimal dua spesies) di dunia maya. Dunia maya yang dimaksud terutama dan khususnya adalah social networking. Di dunia ini, terdapat dua spesies baru yang jarang terdapat di dunia sesungguhnya (real world). Yaitu, spesies banci tampil dan spesies mau tau aja.

Spesies banci tampil adalah kelompok orang-orang yang memiliki karakter untuk selalu mengupayakan agar aktivitas/perkataannya dilihat/didengar oleh orang lain. Produk-produk spesies banci tampil ini adalah foto-foto aktivitasnya dan status-statusnya yang tampak selalu ingin dikomentarin.

Sedangkan spesies mau tau aja menemani kehadiran spesies sebelumnya. Yakni hobi spesies ini adalah mengomentari perkataan/aktivitas spesies banci tampil. Cirinya adalah rasa ingin tahu yang tinggi.

Nah, pemberdayaan marketing dari dua spesies baru ini seperti apa? Yaitu dengan memaksimalkan keberadaan keduanya dalam pembentukan komunitas setia terhadap suatu produk/jasa yang ada. Ini menjadi wilayah operasi dari penyedia jasa/produk, tentunya.

ICT sendiri dibantu dan dimanifestasikan keberadaannya dalam teknologi-teknologi hardware yang semakin hari, semakin update saja. Bila bukan semakin kecil, fitur-fiturnya semakin lengkap. Dahulu handphone hanya untuk bicara, selanjutnya muncul handphone untuk bicara dan menyampaikan pesan singkat (sms, short message service). Selanjutnya muncul lagi handphone yang bisa untuk email, social networking, chatting dan seterusnya masih banyak manifestasi teknologi hardware yang lain, ini hanya contoh saja.

ICT

→ 1 CommentCategories: knowledge · marketing · peradaban

Rumah Belajar KM ITB : We’re Back (part 2)

July 4, 2009 · Leave a Comment

logo PM

Konsep Kegiatan Rumah Belajar KM ITB Juli-Desember 2009

Untuk target pencapaian selama enam bulan ke depan, beberapa parameter yang ditargetkan dari sejumlah parameter hakikat pendidikan antara lain:
1. Pengembangan potensi
a. Mengenalkan banyak potensi (poin 1)
b. Memetakan potensi (poin 2)
2. Misi Kemanusiaan
a. Melatih komitmen dan tanggung jawab (poin 3)
b. Melatih berpikir kausal (poin 4)
c. Mengembangkan wawasan sosial (poin 5)
3. Kemampuan berpikir dan hasrat belajar
a. Melatih kemampuan mengidentifikasi elemen dan komponen sistem (poin 6)
b. Melatih penyusunan target dalam belajar (poin 7)
4. Value and knowledge transfer
a. Mengajarkan etika interpersonal (poin 8 )
b. Pendidikan ilmu agama (poin 9)
c. Pewarisan pengetahuan (poin 10)
Beberapa parameter diharapkan dicapai dengan menggunakan sejumlah instrumen umum. Instrumen umum ini digunakan dalam setiap pertemuan di rumah belajar, terlepas dari kegiatan kelompok belajar tertentu.

POIN 1&2
Pemantauan kakak wali dan kakak pendamping kelompok belajar
Setiap anak akan didampingi oleh kakak wali yang bertanggungjawab atas perkembangan dan kondisi anak dalam proses belajar di rubel. Idealnya, satu kakak wali bertanggungjawab atas satu atau dua anak. Kakak wali mengenali dan memetakan potensi anak, membantu mengembangkannya, dan menjadi pendamping anak dalam menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapinya dalam proses belajar.
Talent mapping for kids
Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi anak. Untuk anak-anak berusia masa peralihan dan di atasnya (kelas tiga ke atas) dimungkinkan untuk lebih mandiri dalam pengisian instrumen ini (sekalipun tetap didampingi kakak wali), namun untuk anak berusia lebih rendah, peran kakak wali lebih dominan untuk mengamati potensi anak. Pemetaan ini mungkin tidak selesai dalam sekali duduk. Kakak wali dan kakak pendamping kelompok belajar terus mengamati perkembangan anak, dan mungkin terjadi sejumlah perubahan dalam observasi yang kontinu. Namun perlu ditekankan, pemetaan bakat ini tidak bertujuan untuk mengkotak-kotakkan potensi anak, hanya untuk mempermudah proses belajar agar lebih menyenangkan dan mempermudah arahan pada anak didik.
POIN 3
Pemberian tugas
Untuk melatih komitmen dan tanggung jawab dalam diri anak, selama proses belajar akan ada pemberian tugas tertentu tergantung kegiatan kelompok belajar. Anak diharapkan menyelesaikan tugas dengan optimal.
Pembuatan kontrak belajar
Kontrak belajar dibuat melalui kesepakatan dengan anak didik. Terutama berisi poin-poin yang diperlukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan dalam proses belajar.
Termasuk dalam poin kontrak belajar atau bisa juga di luar poin-poin kontrak belajar, yaitu mekanisme reward dan punishment atau recognition/consequences. Namun perlu dibuat aturan tersendiri mengenai mekanisme ini. Sehingga efek yang ditimbulkan tidak kontraproduktif dengan harapan sebelumnya.
Perangkat kelas dan kelompok piket
Pembentukan perangkat kelas diharapkan dapat membantu untuk melatih komitmen, tanggung jawab dan nilai-nilai kepemimpinan. Begitu pun dengan kelompok piket, anak didik beserta kakak-kakak pendamping diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan rubel.
POIN 4
Target belajar
Anak didik dengan didampingi kakak wali membuat target-target pembelajaran sesuai dengan taraf usianya dan potensi-potensinya (penjelasan ebih detail mengenai hal ini akan menyusul).
Agenda pertemuan
Sebelum pertemuan tiap pekan dimulai, kakak pendamping sudah mempersiakan bahan sebaik-baiknya. Anak pun mengetahui agenda dan apa yang akan mereka pelajari pada waktu tersebut (terutama jika dibutuhkan beberapa persiapan khusus). Hal ini bagian dari melatih pola pikir kausal dan perencanaan pada anak.
Pojok bertanya
Sebuah instrumen untuk mengumpulkan pertanyaan dari semua orang mengenai apapun untuk dijawab bersama. Bisa oleh narasumber, didiskusikan, atau mencari referensi bersama. Target utamanya untuk membangun suasana kritis dan memupuk rasa ingin tahu juga mencari jawaban dan mengembangkannya sebagai bahan pemikiran.
POIN 5
Menjenguk yang sakit
Memupuk kepekaan terhadap kondisi kawan dan orang-orang di lingkungannya. Kalaupun tidak ada yang sakit, sekali-kali dapat dilakukan kunjungan-kunjungan untuk silah ukhuwah.
Tukar kabar sepekan
Suatu forum yang dipimpin kakak wali untuk mengetahui kabar dan kondisi setiap anak. Forum untuk berbagi, bercerita, maupun memecahkan permasalahan mereka.
POIN 6
Tidak ada instrumen umum. Langsung dilakukan oleh setiap kelompok belajar. Ada mekanisme unik dalam setiap kelompok belajar.
POIN 7
Terkait dengan poin empat, pantauan kakak wali sangat dominan dalam hal ini, juga pengamatan dari pendamping dari setiap kelompok belajar.
Wish list
Mekanismenya seperti pohon impian yang pernah dibuat, namun lebih personal dan lebih lengkap. Anak-anak pundibimbing membuat semacam roadmap kasar untuk mewujudkannya. Dari ideal menjadi aktual.

POIN 8
Keteladanan kakak wali dan pendamping kelompok belajar
Setiap kegiatan dan interaksi dalam rumah belajar adalah proses pendidikan. Dengan sendirinya, baik kakak wali maupun pendamping setiap kelompok belajar harus konsisten menampilkan diri sebagai sosok pendidik yang menjadi contoh bagi adik-adiknya. Konsisten dengan nilai-nilai yang diberikan dan diajarkan, sehingga terbentuk standar yang jelas bagi anak-anak dalam membentuk kerpibadian mereka.
Mekanisme sidang
Dalam periode tertentu semua orang berkumpul dan mendiskusikan permasalahan tertentu, konflik (jika ada). Sebagai terapi untuk memberi kesadaran bahwa ada konsekuensi legal (susah cari ungkapan lain) atas setiap kesalahan.
Mekanisme reward dan punishment
Terapi untuk permasalahan khusus
POIN 9
Pembiasaan shalat
Membiasakan shalat berjamaah (dzuhur),terintegrasi dalam kegiatan setiap minggu.
Ayat-ayat alqur’an dalam setiap aktivitas
Menanamkan pemahaman pada anak bahwa nilai-nilai agama terintegrasi dalam kehidupannya sehari-hari. Terutama bagi muslim, targetnya tercipta kesadaran akan adanya ikatan dirinya sebagai hamba dengan penciptanya setiap saat.
POIN 10
Tidak ada instrumen umum. Langsung dilakukan oleh setiap kelompok belajar. Ada mekanisme unik dalam setiap kelompok belajar.

rumah belajar

→ Leave a CommentCategories: entrepreneurship · organisasi · pendidikan · peradaban

Lirik “Jangan Menyerah” (by D’Masiv)

July 2, 2009 · 4 Comments

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang terjadi

Kita pasti pernah

Dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasanya

Bagi hambanya yang sabar

dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah

Jangan menyerah

d'masiv

→ 4 CommentsCategories: tentang apa pun